Kelahiran Ku Penyebab Penderitaan Ku
karya : Maman Taufikurahman
Sebut saja namanya jono dia sekarang
berusia 10 tahun dan selama itu dia mengalami siksaan dari ayah kandungnya
sendiri tanpa sebab yang jelas, dan selama itu pula dia tidak mengetahui sebab
mangapa dia selalu diperlakukan tidak manusiawi oleh ayahnya seakan-akan dia
menganggap bahwa dia bukan anak kandung dari ayahnya.
Setiap hari dia harus bangun jam 3
pagi untuk menyiapkan makanan buat ayahnya, mencuci pakaian, mencuci piring dan
segala pekerjaan rumah dia lakukan. Jika ayahnya bangun makanan belum tersedia
di meja makan dan semua pekerjaan rumah selesai dia akan kena pukul sang ayah,
walaupun dia sudah melakukan semuanya dengan benar pasti jono terkena marah dan
pukul dari ayahnya. Setiap hari itulah rutinitas jono yang dia jalani, dan dia
juga sering melakukan kuli angkut dan mengamen untuk mencari uang buat
kebutuhan sehari-hari jika tidak sang ayah akan memukulnya. Sedangkan yang
dilakukan oleh ayahnya hanya mabuk-mabukan dan berjudi saja, setiap ayahnya pulang
pasti dalam keadaan mabuk.
Jono : “ayah baru pulang ?” (jono dengan muka senyum dan
mencoba membantu jalan sang ayah yang sempoyongan)
Ayah : “iya, awas anak sialan jangan so’ perhatian kamu anak
sialan. Kamu bukan anak ku” (ayah sambil mendorong jono ke samping)
Jonopun tersungkur dan kepalanya terkena ujug meja dan
menyebabkan dahi kanannya berdarah.
Keesokan
paginya jono bangun kesiangan ayahnya terus memanggilnya.
Ayah : Jono… jono… kamu dimana anak sialan ? mana sarapan ku
? (ayah sambil teriak-teriak)
Jono : iya ayah sebentar. (dengan suara lemas jono
menjawabnya)
Ayah : ternyata kamu masih tidur ya jono. Enak sekali kamu ya
tidur-tiduran. (ayah sambil berteriak pada jono)
Jono : engga ayah, aku lagi sakit ayah. (sambil membelas
kasihan pada ayah)
Ayah : alah alasan saja kau anak sialan. Ayo cepat bangun kau
(ayah sambil menyiramkan air kearah jono)
Jono : aduh ayah dingin.
Ayah : ayo cepat bangun (ayah sambil memukul jono dengan
ssngat keras)
Jono : iya ayah.
Jonopun langsung segera menyaipkan semua keperluan ayahnya
walaupun ia sambil tersengga-sengga karena menahan sakit dan dingin.
Disuatu hari
ayahnya baru saja pulang dengan keadaan mabuk. Setelah jono membukakan pintu
untuk ayahnya yang baru pulang, Jono langsung di dorong oleh ayahnya.
Ayah : anak sialan gara-gara kau gw kalah banyak hari ini.
Jono : emang ada apasih ayah aku salah apa ?
Ayah : iya kau emang anak sialan gara-gara kamu lahir ibumu
meninggal dan semenjak kamu lahir hidup ku sial mulu. Anak sialan. (ayah
memukul jono dengan bertubi-tubi)
Setelah jono mendapat pukulan yang bertubi-tubi dari ayahnya
jonopun menghembuskan napasnya yang terakhir, dan jono tidur dengan tenang
untuk selamanya. Sedangkan ayahnya mendekam seumur hidup dijeruji besi dan
menyesali perbuatannya tersebut pada ananya sendiri.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar