This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

TULISAN 2 DAFTAR PUSTAKA DARI JURNAL DAMPAK PENAMBANGAN BATU KAPUR TERHADAP LINGKUNGAN DI KECAMATAN NUSA PENIDA

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, 1986. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Katili. 1983. Sumberdaya Alam Untuk Pembangunan Nasional. Jakarta : Ghalia
Indonesia.
Sukandarrumidi. 1997. Bahan Galian Industri. Yogyakarta : UGM University Press.
Supardi. 1984. Lingkungan Hidup Dan Kelestariannya. Bandung: Alumni.
Suparni, Niniek. 1992. Hukum Lingkungan. Jakarta: Sinar Grafika.
Undang-Undang Republik Indonesia No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 2011. “Berita Kabupaten “ http://www.balipost.co.id. di akses pada tanggal 20 agustus 2012

Sumber :

0 komentar

TULISAN 1 ANALISA MEMINIMASI DAMPAK NEGATIF DAMPAK PENAMBANGAN BATU KAPUR TERHADAP LINGKUNGAN DI KECAMATAN NUSA PENIDA

ANALISA MEMINIMASI DAMPAK NEGATIF DAMPAK PENAMBANGAN BATU KAPUR TERHADAP LINGKUNGAN DI KECAMATAN NUSA PENIDA

 Dampak penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida terhadap kondisi morfologi tergolong masih rendah. Dampak penambangan terhadap lingkungan abiotik dikatakan masih tergolong rendah disebabkan belum melebihi batas maksimal aturan yang ada yaitu kedalamannya kurang 10 meter. Sistem penambangan batu kapur tipe teras yang diterapkan menyisakan lahan pasca tambang berupa lubang-lubang yang hanya memiliki kedalaman 4 m dan luas rata-rata 4 m2.
Upaya perbaikan yang dilakukan masyarakat dalam usaha perbaikan dampak penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida hanya sebagian kecil penambang yang melakukan usaha perbaikan dampak akibat penambangan batu kapur. Usaha perbaikan kerusakan lingkungan abiotik pada masing-masing titik penambangan disebabkan kesadaran penambang yang berbeda-beda. Secara keseluruhan, upaya perbaikan kerusakan lingkungan abiotik masih tergolong kurang karena orientasi masyarakat setempat adalah pertambangan yang mementingkan hasil dari penambangan.

Sumber:

0 komentar

TUGAS 2 DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF JURNAL DAMPAK PENAMBANGAN BATU KAPUR TERHADAP LINGKUNGAN DI KECAMATAN NUSA PENIDA

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF JURNAL DAMPAK PENAMBANGAN BATU KAPUR TERHADAP LINGKUNGAN DI KECAMATAN NUSA PENIDA

Penelitian yang dilaksanakan di Kecamatan Nusa Penida dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik kegiatan penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida, (2) mengetahui dampak penambangan batu kapur terhadap lingkungan abiotik yang ditimbulkan di Kecamatan Nusa Penida, (3) mengetahui upaya yang telah dilakukan masyarakat dalam usaha perbaikan dampak penambngan batu kapur di Kecamtan Nusa Penida. Berkenaan dengan itu penelitian dirancang sebaga penelitian deskriptif, dengan sampel sejumlah 54 orang (40%) dari populasi yang berjumlah 108 orang yang diambil secara proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptitif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) karakteristik kegiatan penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida secara umum tergolong belum intensif dilakukan dilihat dari intensitas penambangan, perlengkapan alat yang digunakan, kepemilikan lokasi penggalian 72,2% milik sendiri, alat angkut yang digunakan 68,5% berupa pickup, nilai ekonomis dan pemasaran tergolong masih sangat rendah, (2) dampak penambangan batu kapur terhadap lingkungan abiotik yang ditimbulkan di Kecamatan Nusa Penida tergolong masih rendah dilihat dari kedalaman dan luas penggalian rata-rata hanya 4 m, (3) upaya yang telah dilakukan masyarakat dalam usaha perbaikan dampak penambngan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida terhadap kondisi morfologi 70,4% terkadang melakukan reklamasi.

Dampak Positif :
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di area penambangan batu kapur tersebut didapatkan sebuah hasil yang dimana akibat yang ditimbulkan dapat di cegah dengan beberapa cara. oleh karena itu jurnal dan penelitian ini sangan bermanfaat.  Penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida dilakukan dilahan milik sendiri dengan intensitas penambangan yang tidak sepenuhnya dilakukan setiap hari, dan hanya menggunakan peralatan yang sederhana. Namun demikian, tidak diimbangi dengan nilai ekonomis dan pemasarannya walaupun sudang didukung transportasi yang memadai.

Dampak Negatif :
Dampak penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida terhadap kondisi morfologi tergolong masih rendah. Dampak penambangan terhadap lingkungan abiotik dikatakan masih tergolong rendah disebabkan belum melebihi batas maksimal aturan yang ada yaitu kedalamannya kurang 10 meter. Sistem penambangan batu kapur tipe teras yang diterapkan menyisakan lahan pasca tambang berupa lubang-lubang yang hanya memiliki kedalaman 4 m dan luas rata-rata 4 m2
Upaya perbaikan yang dilakukan masyarakat dalam usaha perbaikan dampak penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida hanya sebagian kecil penambang yang melakukan usaha perbaikan dampak akibat penambangan batu kapur. Usaha perbaikan kerusakan lingkungan abiotik pada masing-masing titik penambangan disebabkan kesadaran penambang yang berbeda-beda. Secara keseluruhan, upaya perbaikan kerusakan lingkungan abiotik masih tergolong kurang karena orientasi masyarakat setempat adalah pertambangan yang mementingkan hasil dari penambangan.

Sumber :


1 komentar