DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF JURNAL DAMPAK PENAMBANGAN BATU KAPUR TERHADAP LINGKUNGAN DI KECAMATAN NUSA PENIDA
Penelitian yang dilaksanakan di Kecamatan Nusa Penida dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan
karakteristik kegiatan penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida, (2)
mengetahui dampak penambangan batu kapur terhadap lingkungan abiotik yang
ditimbulkan di Kecamatan Nusa Penida, (3) mengetahui upaya yang telah dilakukan
masyarakat dalam usaha perbaikan dampak penambngan batu kapur di Kecamtan Nusa
Penida. Berkenaan dengan itu penelitian dirancang sebaga penelitian deskriptif, dengan
sampel sejumlah 54 orang (40%) dari populasi yang berjumlah 108 orang yang
diambil secara proportional random sampling. Data dikumpulkan
melalui observasi dan kuesioner yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan
metode deskriptitif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
(1) karakteristik kegiatan penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida
secara umum tergolong belum intensif dilakukan dilihat dari intensitas
penambangan, perlengkapan alat yang digunakan, kepemilikan lokasi penggalian
72,2% milik sendiri, alat angkut yang digunakan 68,5% berupa pickup, nilai
ekonomis dan pemasaran tergolong masih sangat rendah, (2) dampak penambangan
batu kapur terhadap lingkungan abiotik yang ditimbulkan di Kecamatan Nusa
Penida tergolong masih rendah dilihat dari kedalaman dan luas penggalian rata-rata hanya
4 m, (3) upaya yang telah dilakukan masyarakat dalam usaha perbaikan dampak
penambngan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida terhadap kondisi morfologi 70,4%
terkadang melakukan reklamasi.
Dampak Positif :
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di area penambangan batu kapur tersebut didapatkan sebuah hasil yang dimana akibat yang ditimbulkan dapat di cegah dengan beberapa cara. oleh karena itu jurnal dan penelitian ini sangan bermanfaat. Penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida dilakukan dilahan milik sendiri dengan intensitas penambangan yang tidak sepenuhnya dilakukan setiap hari, dan hanya menggunakan peralatan yang sederhana. Namun demikian, tidak diimbangi dengan nilai ekonomis dan pemasarannya walaupun sudang didukung transportasi yang memadai.
Dampak Negatif :
Dampak penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida
terhadap kondisi morfologi tergolong masih rendah. Dampak penambangan terhadap
lingkungan abiotik dikatakan masih tergolong rendah disebabkan belum melebihi
batas maksimal aturan yang ada yaitu kedalamannya kurang 10 meter. Sistem
penambangan batu kapur tipe teras yang diterapkan menyisakan lahan pasca
tambang berupa lubang-lubang yang hanya memiliki kedalaman 4 m dan
luas rata-rata 4 m2,
Upaya perbaikan yang dilakukan masyarakat
dalam usaha perbaikan dampak penambangan batu kapur di Kecamatan Nusa Penida
hanya sebagian kecil penambang yang melakukan usaha perbaikan dampak akibat
penambangan batu kapur. Usaha perbaikan kerusakan lingkungan abiotik pada masing-masing titik
penambangan disebabkan kesadaran penambang yang berbeda-beda. Secara
keseluruhan, upaya perbaikan kerusakan lingkungan abiotik masih tergolong
kurang karena orientasi masyarakat setempat adalah pertambangan yang
mementingkan hasil dari penambangan.
Sumber :