This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

KONSEP DASAR pendidikan Kewarganegaraan


KONSEP DASAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
  
Pengertian pendidikan kewarganegaraan 
Pendidikan kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajinan suatu warga negara agar setiap hal yang di kerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak melenceng dari apa yang di harapkan. Karena di nilai penting, pendidikan ini sudah di terapkan sejak usia dini di setiap jejang pendidikan mulai dari yang paling dini hingga pada perguruan tinggi agar menghasikan penerus –penerus bangsa yang berompeten dan siap menjalankan hidup berbangsa dan bernegara.

Latar belakang pendidikan kewarganegaraan
Seperti yang kita ketahui, setiap suatu bangsa mempunyai sejarah perjuangan dari para orang-orang terdahulu yang dimana terdapat banyak nilai-nilai nasionalis, patriolis dan lain sebagainya yang pada saat itu mengikat erat pada setiap jiwa warga negaranya. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang makin pesat, nilai-nilai tersebut makin lama makin hilang dari diri seseorang di dalam suatu bangsa, oleh karena itu perlu adanya pembelajaran untuk mempertahankan nilai-nilai tersebut agar terus menyatu dalam setiap warga negara agar setip warga negara tahu hak dan kewajiban dalam menjalankan kehidupan berbangasa dan bernegara. Pada hakekatnya pendidikan merupakan upaya sadar dari suatu masyarakat dan pemerintah suatu negara untuk menjamin kelangsungan hidup dan kehidupan generasi penerusnya. Jadi Pendidikan Kewarganegaraan adalah Unsur Negara Sebagai Syarat Berdirinya Suatu Negara upaya sadar yang ditempuh secara sistematis untuk mengenalkan, menanamkan wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku sebagai pola tindak yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila demi tetap utuh dan tegaknya NKRI.

Landasan hukum Pendidikan Kewarganegaraan
1. UUD 1945
a. Pembukaan UUD 1945, alinea kedua dan keempat (cita-cita, tujuan dan aspirasi Bangsa Indonesia tentang kemerdekaanya).
b. Pasal 27 (1), kesamaan kedudukan Warganegara di dalam hukum dan pemerintahan.
c. Pasal 27 (3), hak dan kewajiban Warganegara dalam upaya bela negara.
d. Pasal 30 (1), hak dan kewajiban Warganegara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
e. Pasal 31 (1), hak Warganegara mendapatkan pendidikan.
2. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.

Tujuan pendidikan kewarganegaraan 
Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang dan mengkaji dan akan menguasai imu pengetahuaan dan teknologi serta seni. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, profesional, bertanggung  jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai perilaku yang:
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha esa serta menghayati nilai-nilai falsafah bangsa.
2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam masnyarakat berbangsa dan bernegara.
3. Rasional, dinamis, dan sabar akan hak dan kewajiban warga negara.
4. Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
5. Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.
Melalui pendidikan Kewarganegaraan , warga negara Republik indonesia diharapkan mampu “memahami”, menganalisa, dan menjawab masalah-masalah yang di hadapi oleh masyarakat , bangsa dan negaranya secra konsisten dan berkesinambungan dalam cita-cita dan tujuan nasional seperti yang di gariskan dalam pembukaan UUD 1945.

   Kompetensi dasar pendidikan kewarganegaraan 
Dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan kompetensi dasar atau yang sering disebut kompetensi minimal yang ditransformasikan dan ditransmisikan pada peserta didik terdiri dari tiga jenis: 
a.   Kompetensi kemampuan kewarganegaraan yaitu :kemamapuan dan kecakapan yang terkait dengan materi inti  pendidikan kewarganegaraan (yaitu demokrasi, hak asasi manusia, dan masyarakat madani). 
b.  Kompetensi sikap kewarganegaraan yaitu kemampuan dan kecakapan yang terkait dengan kesadaran dan komitmen warga negara antara lain komitmen akan kesetaraan, gender, toleransi, kemajemukan, dan komitmen untuk peduli serta terlibatdalam penyelesaian persoalan-persoalan warga negara yang terkait dengan pelanggaran ham. 
c.   Kompetensi ketamprilan kewarganegaraan yaitu kemampuan  kemampuan dan kecakapan mengartikulasikan keterampilan kewargaan seperti kemampuan berpartisipasi dalam proses pembuatan kebijakaan publik, kemamapuan melakukan kontrol terhadap penyelenggara negara dan pemerintah.

 
 sumber:
https://yunitapratiwidotme.wordpress.com/2013/05/28/latar-belakang-pendidikan-kewarganegaraan-4/ 
http://ketipp.blogspot.com/2011/04/pengantar-kewarganegaraan-abdulcom.html

0 komentar

MANUSIA DAN HARAPAN (HARAPAN)

HARAPANKU UNTUKMU
Kasih walaupun jarak telah memisahkan kita
Kasih walaupun waktu telah memisahkan kita
Tapi kasih itu bukan apa
Aku yakin ini bukan apa

Kasih ada kisah cinta
Didalam hatiku, untuk dirimu
Yang takan pernah hilang
Walaupun sekejap, akan tetap ada dalam hatiku

Walaupun rembulan menemanimu
Jangan pernah merasa sepi
Walaupun hanya cahaya rembulan yang menemanimu
jangan pernah merasa sunyi

Aku yakin kita bisa
Melewati semuanya
Biarkan bayangku mendekapmu
Dan aku yakin kau mampu

karena hanya kamu yang bisa
yang bisa membuatku bahagia
membuat hariku penuh dengan warna
aku harap kita bisa bersama kembali dan selamanya


0 komentar

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A.      PENGERTIAN KEGELISAHAN
Kegelisahan  berasal dari kata gelisah yaitu tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabra dan cemas. Jadi kegelisahan itu adalah hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati dan perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabra ataupun dalam kecemasan.
Sigmund freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu :
a.       Kecemasan Objektif.
b.      Kecemasan Neorotis (syaraf).
1.       Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan.
2.       Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia).
3.       Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya.
c.       Kecemasan Moril.
B.      SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik dari dalam maupun dari luar.
C.      USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Usaha mengatasi kegelisahan yaitu pertama-tama harus mulai dari diri sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang.dengan sikap tenang maka kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita hadapi.
D.      KETERASINGAN
Keterasingan berasal dari kata terasing yang berkata dasar asing. Yang berarti tidak dikenal orang. Jadi keterasingan adalah tersingkirnya dari pergaulan dan kehidupan di masyarakat. Yang menyebabkan terasingkan yaitu perilaku yang menyebabkan oranglain tidak suka pada perilaku tersebut.
E.       KESEPIAN
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang. Sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Salah satu penyebab kesepian yaitu frustasi.
F.       KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas dan tanpa asal-usul yang jelas. Jadi ketidak pastian adalah keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas, itu semua adalah akibat pikiran yang tidak dapat konsentrasi.
G.     SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAKPASTIAN
1.       Obsesi
2.       Phobia
3.       Kompulasi
4.       Histeria
5.       Delusi
a.       Delusi Persekusi
b.      Delusi Keagungan
c.       Delusi Melancolis
6.       Halusinasi
7.       Keadaan Emosi
H.      USAHA-USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
Usaha yang dapat dilakukan yaitu tergantung pada apa penyebab kepastian itu sendiri.
Nugroho W.1996.ILMU BUDAYA DASAR.Jakarta:Universitas Gunadarma

0 komentar

Pengabdian dan Pengorbanan

PAHLAWAN TANPA JASA

karya : Maman Taufikurahman

Setiap pagi buta kau sudah merjang jalan yang gelap gulita
Setiap hari kau berjalan menerjang hutan yang rimbut
Hanya untuk kami yang bukan siapa-siapa
Hanya untuk kami yang baru kau kenal


Setiap hari kau dengan sabarnya mengajari kami
Kami yang selalu mengacuhkan mu
Berlari kesana-kesini
Tetapi kau tetap sabar menghadapi kami


Setiap harinya kau memberikan kami ilmu yang baru
Ilmu yang belum kami sadari sangat berarti buat kehidupan nanti
 Dengan upah yang tidak seberapa kau dapatkan
Yang belum tentu mencukupi kebutuhanmu


Tanpa pamrih kau mengajari kami
Tanpa kenal lelah kau terus menghadapi sikap kami
Sikap yang seperti kenak-kanakkan
Yang hanya ingin bermain-main


Setelah kami besar dan sukses
Kau hanya terenyum dan tak meminta imbalan
Imbalan saat kami kecil dan tak tahu apa-apa
Anak kecil yang tinggal dipelosok


Kau adalah guru ku
Guru yang mencerdaskan anak-anak generasi bangsa
Generasi harapan bangsa


Guruku...
Guruku...
Terima kasih...
Terima kasih guru...

0 komentar

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

 MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A.     PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Pandangan hidup adalan pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan dan petunjuk untuk menjalankan hidup di dunia. Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan alasannya yaitu terdiri dari tiga macam :
1.      Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2.      Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat di Negara tersebut.
3.      Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.
B.      CITA-CITA
Cita-cita adalah sebuah keinginan, harapan dan tujuan dari seorang manusia untung mecapai sesuatu lebih baik di kemudian hari yang dapat merubah nasib dan jalan hidup manusia itu sendiri.
C.      KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Untuk melihat apa itu kebajikan kita dapat mengenalnya dengan tiga segi yaitu : manusia sebagai makhluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat dan manusia sebagai makhluk Tuhan.
D.     USAHA/PERJUANGAN
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Contohnya jika kita bercita-cita menjadi seorang ilmuan maka kita harus bekerja keras belajar dengan giat untuk mencapai cita-cita tersebut.
E.      KEYAKIAN/KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu:
A.      Aliran Naturalisme
B.      Aliran Intelektualisme
C.      Aliran Gabungan
F.       LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Manusia pada dasarnya pasti punya pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya dan tergantung pada orang yang bersangkutan. Oleh karena itu untuk mencapai cita-cita dan tujuan rencana yang kita inginkan makan kita harus mempunyai pandangan hidup yang baik. Yaitu langkah-langkah itu sebagai berikut :
1.      Mengenal
Mengenal merupakan sebuah kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Kita sebagai manusia yang beragama dan khususnya kita yang beragama islam mempunyai pandangan hidup yaitu Al-Qur’a, Hadist dan Ijmak ulama, yang merupakan satu-kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.
2.      Mengerti
Tahap kedua dalam berpandangan hidup yang baik yaitu mengerti. Mengerti disini yaitu mengerti pada pandangan hidup itu sendiri. Mengerti terhadap pandangan hidup disini memegang peranan penting. Karena dengan mengerti ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu.
3.      Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup yaitu menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai pandangan hidup itu sendiri. Yang perlu diingan dalam langkah mengerti dan menghayati pandangan hidup itu, yaitu harus ada sikap penerimaan terhadap pandangan hidup itu sendiri. Dalam sikap penerimaan pandangan hidup ini ada dua alternative yaitu penerimaan secara ikhlas dan penerimaan secara tidak ikhlas. Dengan kata lain langkah mengenai mengerti dan menghayati ini ada sikap penerimaan dan hal lain merupakan langkah yang menentukan langkah selanjutnya. Bila dalam mengerti dan menghayati itu ada penerimaan secara ikhlas, maka langkah selanjutnya memperkuat keyakinan, tetapi bila sebaliknya langkah selanjutnya tidak berguna.
4.      Meyakini
Dengan mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusian ,maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan, maupun Negara dan dari segi keakhirat, maka kita hendaknya meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
Dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu. Adanya sikap secara ikhlas ini maka ada kecenderungan untuk selalu berpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tindak tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya. Dalam meyakini ini penting juga adanya iman yang teguh, sebab dengan iman yang teguh ini dia tidak akan terpengaruh oleh pengaruh dari luar dirinya yang menyebabkan dirinya tersugesti.
Contoh bahwa keyakinan itu penting dalam tingkah laku. Kita sebagai umat yang beragama islam yakni bahwa Allah itu mempunyai sifat yang maha dari segala yang diantaranya adalah maha mengetahui. Sifat mengetahui ini membuat orang yang meyakininya selalu berbuat baik. Dalan hal ini adalah keyakinan yang sebenar-benarnya. Tetapi ddalam kasus tertentu adapula orang yang walaupun meyakini, tetapi imannya tipis terpaksa melanggar ketentuannya.
5.      Mengabdi
Pengabdian adalah salah satu hal pending dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Contohnya yaitu mengabdi pada orang tua kita. Jadi jika kita telah mengenal, mengerti, menghayati dan meyakini pandangan hidup itu sendiri, maka selayaknya kita disertai dengan pengabdian. Pengabdian ini dijadikan pakaian, baik dalam waktu tentram lebih-lebih dalam menghadapi hambatan, tantangan dan sebagainya.
6.      Mengamankan

Sudah sifat manusiawi pada diri seseorang untuk menjaga dan memegang teguh pandangan hidup yang ia yakini dan jika ada orang lain yang mencela secara langsung maupun tidak langsung pada pandangan hidup yang diyakininya maka akan melawan dan menjaga pandangan hidup yang dia anut.

Nugroho W.1996.ILMU BUDAYA DASAR.Jakarta:Universitas Gunadarma

0 komentar

TUGAS 2 MANUSIA DAN KEINDAHAAN

MANUSIA DAN KEINDAHAN


KEINDAHAN

  Keindahan adalah segala sesuatu yang menarik dan bagus dalam penglihtahan kita, yang kita rasakan dan kita dapat abadikan. Keindahan dapat dikatakan bahwa keindahan bagian dari hidup manusia itu sendiri. Keindahan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari manusia dimanapun dan kapanpun siapa saja dapat menikmati keindahan itu sendiri.
Perbedaan arti keindahan menurut luasnya, yaitu :
  1. Keindahan dalam arti yang luas
  2. Keindahan dalam arti estetis murni
  3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
  Keindahan dalam arti yang luas yaitu meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual. Sedangkan keindahan dalam arti estitis murni menyangkut pengamalan estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Dan keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang diserapnya dari penglihatan, yakni keindahan dari bentuk dan warna.
  The Liang Gie mengatakan bahwa keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
   Dalam dictionary of sociology  and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terperinci lagi sebagai berikut : "The believed cafacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any object which causes it to be on interest to an individual or a group". Dalam bahasa indonesia berarti "kemampuan yang dipercaya ada pada suatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau suatu golongan". 

Bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya pahat dan arsitektur.) dan hamlonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi: A)       Keindahan SeniB)       Keindahan AlamC)       Keindahan MoralD)       Keindahan Intelektual        Keindahan dalam arti estetis mumi menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dan bentuk dan warna. keindahan pada dasamya adalah sejumlah kwalita, pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalitayang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast). Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan Si pengamat.Filsuf dewasa ini merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara pencerapan-pencerapan inderawi kits (beaty is unity of formal relations of our sense perceptions).        Sebagian filsuf lain menghubungan pengertian keindahan dengan ide kesenangan (pleasure), yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap penglihatan atau pendengaran. Filsuf abad pertengahan Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan, bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat. 
N I L A I  E S T E T I K          Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.           Masalahnya sekarang ialah : apakah nilai estetik itu.? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti kebethargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :          “The believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any abject which causes it to be on interest to an individual or a group”. ( kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk me imuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).        Nilai itu ada yang membedakan antara nilai sub yektif dan obyektif, Tetapi penggolongan yang penting ialah: - Nilai ekstrinsik Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya uisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik - Nilai intrinsik Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik .

R E N U N G A N          Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.
(a). TEORI PENGUNGKAPANDalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris “aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic”. Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan pelbagai gerak, garis, wama, suar dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata mernindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.
(b). TEORI METAFISIKTeori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory).
(c). TEORI PSIKOLOGISTeori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasaikan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Sebuah teori lagi yang dapat dimasukkan dalam teori psikologis ialah teori penandaan (signification Theory) yang memandang seni sebagi suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia.

K E S E R A S I A N          Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.          Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian hams dipadukan wamanya bagian atas dengan bagian. bawah. Atau disesuaikan dengan kulitnya. Apabila cars memadu itu kurang cocok, maka akan merusak pemandangan. Karena itu dalam keindahan ini, sebagian ahli pikir menjelaskan, bahwa keindahan pada dasamya adalah sejumlah kualitas / pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal. Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity).           Filsuf Ingris Herbert Read merumuskan definisi, bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara pencerapan-pencerapan inderawi kita (beauti is unity of formal relations among our sence-perception). Pendapat lain menganggap pengalaman estetik suatu keselarasan dinamik dari perenungan yang menyenangkan.

Sumber:http://oebudhi.blogspot.com/2012/04/manusia-dan-keindahan.html

Nugroho W.1996.ILMU BUDAYA DASAR.Jakarta:Universitas Gunadarma.

0 komentar